Saat membaca buku ini saya jadi tertarik dengan investasi menggunakan emas atau dinar. Karena seperti yang dikupas dalam buku ini, ternyata selain halal, menginvestasikan lewat emas juga lebih menguntungkan dikarenakan harga emas yg stabil, tahan krisis ekonomi.
Menggunakan Dinar Dirham tak harus menunggu khilafah tegak dulu. Tetapi saat ini saat negara sudah mengizinkan, kenapa kita masih menundanya? Bukankah Muamalah syar’i harus ditegakkan, meski kedaulatan belum diraih oleh umat Islam. Sebagai mana fakta sejarah: tahun 1 Hijriah, setelah mendirikan Masjid Nabawi dan mempersaudarakan kamu muslimin, Rasulullah menetapkan Takaran dan TImbangan (termasuk DInar Dirham). Padahal beliau belumlah berdaulat di Madinah. Kenapa?
Karena kesejahteraan dan kejayaan tidak gratis turun darilangit. Untuk mencapainya tak cukup dengan dakwah, ngaji, dan doa semata! Tetapi harus 100% mencontoh manhaj Nabi SAW dan Sahabat, bukan cuma pengakuan di mulut saja, tanpa penerapan yang jelas.
Kini Dinar Dirham tak sekedar tulisan di Al Quran dan Al Hadits saja, ia telah hadir di hadapan Anda. Buku ini mengajak Anda untuk memilih: antara Muamalah yang Riba atau yang Sunnah? Membahas Dinar Dirham tak melulu soal harta semata. Ia memudahkan Anda untuk meraih sejahtera dan kejayan di dunia dan di akhirat, dengan menggenapkan rukun Islam Anda: Zakat, dan Haji. Anda tak perlu kaya dulu untuk meraihnya.
Buku ini mengajak Anda untuk berfikir rasional, yang InsyaAllah akan mengubah pandangan dan pola pikir Anda terhadap fungsi dan manfaat dari uang Anda, dengan kajian ilmiah yang sahih dan mudah diterapkan: Muamalah Salafus Salih. Karena di buku ini Anda akan mengetahui:
- Kejahatan Riba yang sebenarnya- Cara menyelamatkan jerih payah (aset) Anda- Cara berinvestasi Dinar Dirham syar’i
Kemilau investasi Dinar Dirham
Senin, 24 Agustus 2009
Diposting oleh oRANG DESO di 20.17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar